Kode Aktivasi IDM (Kode Registrasi IDM)


UPDATE JUNI 2014

Perhatian: Jika Teman-teman kurang paham dengan_penjelasan AKTIVASI IDM dibawah ini, silahkan baca AKTIVASI IDM FULL VERSION BAGI PEMULA

Internet Download Manager (IDM) memungkinkan pengguna untuk secara otomatis mendownload semua jenis file, membagi akses jaringan download menjadi beberapa Read the rest of this entry

Review: Sony Xperia Z2 D6503, Flagship Sony Tangguh Bisa Rekam Video 4K


Featured

Flagship terbaru Sony ini merupakan smartphone berkamera besar ketiga setelah Xperia Z1 dan Z1 Compact. Menariknya, kamera yang dimiliki Xperia Z2 sudah didukung kemampuan merekam video 4K loh. Ini merupakan teknologi terbaru yang kedepannya diprediksi bakal booming. Tak hanya itu saja, sokongan hardware yang lebih tangguh serta dukungan fitur terkini, nampaknya disiapkan Sony untuk ‘menjegal’ pesaing terdekatnya seperti Samsung Galaxy S5 dan HTC One M8. Seperti apa sih ketangguhan ponsel yang menyasar kelas high-end ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Desain

Dimensi: 146,8×73,3×8,2 mm, 163 gram; full touchscreen; material kaca anti pecah dan gores, bodi aluminium solid; port audio 3.5 mm; slot microSIM, tombol power/lock, pengatur volume suara, Shutter camera, speaker; lubang mic; konektor dock, port microUSB, slot microSD (sekeliling ponsel dari sisi atas); IP58

Secara umum, desain Xperia Z2 terlihat sama persis dengan Xperia Z1. Ya, struktur bodi smartphone ini juga terlihat ‘flat’ dan dihiasi material metal aluminium yang dikombinasikan bahan kaca anti gores. Untuk penggunaan sehari-hari, desain kotak smartphone ini masih kalah nyaman ketimbang bodi ergonomis milik Galaxy S5. Selain itu, bahan kaca yang membalut seluruh permukaan bodi Z2 juga agak mengganggu. Pasalnya, saat smartphone ini diletakkan di permukaan yang tidak rata, ponsel ini sangat mudah tergelincir dan jatuh.

Untuk dimensi, Xperia Z2 memang lebih besar ketimbang Z1 maupun Galaxy S5. Wajar, smartphone ini membawa ukuran layar yang juga lebih luas. Untungnya, bingkai (bezel) yang ada di sekeliling bodi agak tipis. Alhasil, ukuran bodinya tak ikut melebar.

Masih sama seperti pendahulunya, Xperia Z2 juga mengamankan lubang port micro USB, slot SIM card dan microSD dengan penutup khusus berlapis karet untuk mencegah masuknya debu dan air. Hal ini sesuai dengan kemampuan Xperia Z2 yang mengantongi sertifikasi IP58. Artinya, smartphone ini anti debu dan tahan air selama 30 menit di kedalaman hingga 1,5 meter. Bagian yang tak berpenutup hanya port audio jack 3.5mm dan corong loudspeaker stereo, meski begitu tetap tahan air loh. Seperti halnya Z1, Xperia Z2 pun dibekali tombol shutter camera untuk memudahkan Anda mengambil foto di berbagai kondisi, termasuk di dalam air.


Display, Sistem Operasi dan UI

Layar sentuh TFT kapasitif, 16 juta warna, 1920×1080 pixels, 5.2 inches (~424 ppi pixel density), 10 poin multi touch, Triluminos, X-Reality for mobile; Shatter proof, Scratch resistant glass; Android 4.4.2 KitKat

Inilah salah satu keunggulan utama Xperia Z2. Teknologi layar yang dimilikinya memiliki ketajaman dan kejernihan yang sangat memukau. Gambar yang tertampil akan terlihat sangat ditel, dengan pancaran warna yang natural dan alami. Sayangnya, ukuran layar yang lebih besar justru membuat kerapatan piksel layarnya sedikit berkurang jika dibandingkan dengan Xperia Z1. Untuk penggunaan di luar ruangan, layar Xperia Z2 masih tergolong tangguh dan tak terlalu terpengaruh oleh terpaan langsung sinar matahari.

Di sisi interface, Xperia Z2 tak banyak menghadirkan inovasi layaknya HTC dan Samsung yang memiliki custom UI. Jadi, Anda hanya akan mendapatkan antarmuka standar dengan ikon, skin, layout serta fontasi khas milik Sony yang tak pernah berubah sejak hadirnya jajaran smartphone pertama mereka. Namun, dengan dukungan sistem operasi Android 4.4.2 KitKat, setidaknya Anda bisa meng-kustomisasi tampilan wallpaper, theme dan widget khusus supaya Xperia Z2 Anda bisa tampil beda.

Satu hal yang menarik, di Xperia Z2, Anda bisa ‘membangunkan’ layar dari mode sleep hanya dengan mengetuk layar dua kali (Double-Tap to Wake). Jadi, Anda tak perlu menekan tombol power lagi untuk mengaktifkannya. Kemampuan ini mirip dengan fitur KnockOn di LG G2.


Hardware

Prosesor Quad-core 2.3 GHz Krait 400, Qualcomm MSM8974AB chipset, Snapdragon 801, Adreno 330 GPU, RAM: 3GB, Internal Storage: 16GB, external: up to 128GB, baterai Li-Ion 3200 mAh

Dengan spesifikasi jeroan yang dibawanya ini, sepertinya tak perlu ada keraguan lagi soal performa. Setidaknya, untuk teknologi serta kemampuan flagship smartphone yang beredar saat ini. Kemampuan Xperia Z2 dalam melahap semua tugas berat seperti menjalankan aplikasi, multitasking, memutar video dan memainkan game termasuk mengoperasikan kegiatan bisnis bisa dilakukan dengan lancar dan nyaman.

Keunggulan lainnya, baterai non-removable Xperia Z2 memiliki kapasitas cukup besar dan didukung manajemen power yang tangguh lewat fitur “Stamina Mode”. Kombinasi ini mampu memberikan ketahanan baterai yang luar biasa dan tahan lama, bahkan dapat menghemat konsumsi baterai hingga 75% ketimbang smartphone yang tak dibekali kemampuan manajemen baterai mumpuni. Kendala smartphone yang memiliki konsep unibody adalah cara me-reset ulang jika hang. Sama seperti Xperia Z1, di Xperia Z2 juga disediakan tombol khusus untuk melakukan proses reset ulang, posisinya ada di antara slot SIM Card dan microSD, bentuknya kecil berwarna merah dengan keterangan “Off”.


Benchmark

Aplikasi yang digunakan: Quadrant Standard Edition oleh Aurora Softwork dan Antutu Benchmark v4 oleh Antutu

Meski memiliki spesifikasi hardware yang sedikit di atas Xperia Z1, namun hasil uji benchmark menggunakan beberapa aplikasi benchmarking favorit, nyatanya performa Xperia Z2 justru berada di bawah seniornya tersebut.

PULSA melakukan benchmark menggunakan AnTuTu Benchmark dan Quadrant Standar dalam kondisi Xperia Z2 masih fresh dan baru terinstal aplikasi benchmark. Saat menggunakan aplikasi AnTuTu, Xperia Z2 mencatatkan skor 34338 dan Quadrant Standar diangka 18514.

Perbandingan Hasil Benchmark


Konektifitas

Quad band GSM (850/900/1800/1900); HSDPA (850/900/1700/1900/2100/2600); GPRS Up to 107 kbps, EDGE Up to 296 kbps, HSDPA 42 Mbps, HSUPA 5.8 Mbps, LTE Cat4 (50 Mbps UL, 150 Mbps DL); Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Wi-Fi Direct, DLNA, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v4.0 with A2DP, ANT+, NFC, microUSB (MHL 3) v2.0, USB On The Go, USB Host, A-GPS+GLONASS, One-touch setup, Throw setting

Xperia Z2 yang dites pulsa memiliki kode produk D6503. Tipe ini mendukung jaringan HSPA+ dan 4G LTE. Tentunya, dengan jaringan data yang dibawanya ini kegiatan browsing dan akses beragam layanan jejaring sosial jadi lebih cepat dan lancar. Namun, tentu saja tetap tergantung layanan yang ditawarkan operator yang Anda gunakan.

Seperti halnya Z1, Xperia Z2 pun tetap menyertakan sarana koneksi lain untuk menghubungkannya ke perangkat lain seperti home teather atau LED TV untuk menonton video di layar lebar via koneksi kabel data (yang mendukung MHL) dan NFC. Di Xperia Sony, fitur semacam ini disebut dengan istilah “Screen mirroring”.

Bagi yang hobi traveling, bisa memanfaatkan fitur GPS/A-GPS yang dipadu Google Maps terbaru dari Z1 dengan tingkat akurasi panduan turn by turn cukup tinggi, termasuk adanya voice guidance. Dijamin tidak bakal kesasar lagi.


Kamera

20.7 MP, 1/2.3, Lensa G, BIONZ, Exmor RS for Mobile, autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, image stabilization, HDR, sweep panorama; Perekam video 2160p@30fps (4K), continuous autofocus, video light, video stabilizer; Kamera sekunder : 2.2 MP, Video 1080p@30fps; Superior Auto, Manual, 4K Video, Timeshift Video, Background Defocus, AR effect, Creative effect, Vine, Info-eye, Timeshift burst, Social life, Sweep, Evernote

Xperia Z2 bisa dibilang sebagai smartphone berkamera besar kedua Sony setelah Xperia Z1. Resolusinya 20.7 MP dengan Lensa G Sony berteknologi Exmor RS plus BIONZ noise eliminate dan mampu menangkap gambar dengan sudut pandang selebar 27mm dengan hasil yang tajam dan jernih.

Struktur menu di interface kamera Z2 sama persis dengan yang ada di Xperia Z1. Yakni, menampilkan ikon aplikasi yang tersusun dalam bentuk ‘kotak’ dan disertai penjelasan ditel seputar kemampuan fitur tersebut. Hanya saja, di Xperia Z2 terdapat beberapa pilihan tambahan yang tak dijumpai pada Xperia Z1, sebut saja opsi 4K video. Inilah salah satu kemampuan utama kamera Xperia Z2, dan menjadikannya sebagai salah satu smartphone 4K video pertama di dunia. Dengan teknologi ini, Anda bisa merekam video berkualitas ultra HD dengan resolusi maksimal 3840×2160 piksel (2160p@30fps). Ditel gambarnya empat kali lebih tinggi dibanding full HD.

Untuk mendapatkan kualitas video yang stabil, kamera Z2 juga dibekali fitur SteadyShot. Artinya, meski rekaman video dilakukan sambil berjalan, hasilnya akan tetap mulus.

Hasil Kamera


Fitur Lain

What’s New, Walkman player, Radio FM, PlayStation Mobile, Sony Select, TrackID, Video Unlimited, Smart Connect, Sketch, McAfee Security, Office Suite, Reader by Sony, Notes, my Xperia,

Secara default, Xperia Z2 telah dibekali teknologi active noise-canceling untuk membantu mengurangi suara bising saat berkomunikasi atau mendengarkan multimedia hingga 98%. Sayangnya, teknologi penghasil suara jernih di Xperia Z2 ini hanya berfungsi maksimal jika menggunakan headset yang sesuai dan harus dibeli terpisah, bukan headset bawaan. Tipe headset yang memiliki kemampuan tersebut adalah Sony MDR NC31EM.

Di Z2 juga terdapat widgwt baru yakni “What’s New” yang dapat membantu Anda untuk mencari film, musik, game, aplikasi yang direkomendasikan sesuai dengan smartphone Anda tersebut dengan lebih mudah.

Sebagai tambahan, di paket penjualan resmi Sony Xperia Z2, Anda akan mendapatkan konten eksklusif seperti enam film blockbuster Sony Pictures di aplikasi Movie Privilege, akses gratis 500.000 lagu original Sony Music Jive serta gratis download Album Xscape Exclusive Michael Jakson di Xperia Lounge.


Kelebihan
• Kamera 20.7 MP bisa rekam video 4K
• Layar lebar kualitas memukau
• Prosesor tangguh
• Baterai tahan lama
• IP58 (Tahan air dan debu)

Kekurangan
• Baterai Tidak Bisa digonta-ganti (Non Removable)
• Bodi agak licin, mudah tergelincir dan jatuh jika diletakan di permukaan miring

Kesimpulan

Xperia Z2 merupakan flagship terbaru Sony yang didukung beragam kemampuan memukau. Prosesor yang lebih tangguh, serta kualitas kamera terbaik dengan resolusi besar yang sanggup merekam video 4K, menjadi unggulan utama smartphone ini. Bagi pecinta fotografi bawah air, kemampuan tahan air dan debu Xperia Z2 tentunya menjadi daya tarik tersendiri.

Meski lebih fokus di kamera, fasilitas yang disediakan smartphone ini juga cocok untuk menikmati game, menonton film hingga melengkapi pekerjaan sehari-hari. Hanya saja, Anda harus sedikit berhati-hati saat meletakan smartphone ini. Jika bukan karena tergelincir dan jatuh karena bodi kacanya yang licin, pastinya akan ‘rawan’ diincar pencuri.

Penulis: Hairuddin Ali

Tagged under: android, smartphone, sony xperia z2

read_more_button

Review: Samsung Galaxy Tab 3 Lite 3G (SM-T111), Harga Lebih Ringan, Spek Serupa Varian Lawas


Featured

Di beberapa produknya, Samsung memiliki varian baru dari produk yang sudah ada. Varian yang dimaksud PULSA adalah PRO yang biasanya menjadi versi premium dengan penambahan fitur serta spesifikasi perangkat keras dan Lite yang menjadi label untuk produk yang lebih ekonomis dengan pengurangan di sejumlah sektor.

Kali ini, Samsung menawarkan Tab 3 Lite. Sesuai namanya, produk ini adalah versi ekonomis dari Tab generasi ketiga varian 7 inci. Namun pemangkasan harga tentu memiliki konsekuensi pengurangan fitur. Masih layakkah tablet ini diboyong? Berikut ulasannya.

Desain

193.4 x 116.4 x 9.7 mm|322 gram| full touchscreen|

Meski ditambahi embel-embel lite, namun tablet ini secara fisik justru sedikit lebih bongsor dibanding Tab 3 7.0. Frame di sisi kanan-kiri layar cukup ramping, sehingga layar tampak mendominasi area depan tanpa banyak ruang terbuang sia-sia.

Bezel yang mengelilingi tablet ini juga menggunakan plastik dengan finishing yang lebih asli, berbeda dengan Tab 3 7.0 yang menggunakan finishing mirip aluminium. Sisi belakang masih dibuat bertekstur mirip kulit sehingga memberi kesan kesat.

Untuk kontrol, Samsung masih mengandalkan 3 tombol utama dengan kombinasi 1 tombol fisik home serta 2 tombol kapasitif diantaranya menu dan back.

Selain itu ada tombol power/lock dan pengatur volume suara di sebelah kanan bodi tablet. Sementara pada sisi kiri ditempatkan slot kartu SIM berdampingan dengan slot kartu memori MicroSD. Keduanya dilengkapi penutup plastik.

Lalu sisi atas dihuni port micro USB dan jack audio 3.5mm.


Display

Layar sentuh TFT LCD kapasitif| 16 juta warna| 600 x 1024 pixels| 7.0 inches| ~170 ppi pixel density| multi touch|

Secara umum, layar yang digunakan oleh Tab 3 Lite ini persis seperti yang dimiliki Tab 3 7.0 versi original, sehingga kualitas yang ditampilkan pun tidak berbeda.

Rendahnya resolusi layar berakibat pada rendahnya tingkat kerapatan piksel. Hal tersebut cukup terasa pada layar Tab 3 Lite yang cukup lebar. Kontras yang kurang baik juga membuat sajian layar tampak pudar.

Demikian pula dari segi fitur, ada sedikit pengurangan pada tablet ini. Yakni dengan tidak disertakannya ambient light sensor yang mendeteksi cahaya sekitar tablet, Tab 3 Lite tidak memiliki fitur auto brightness sehingga pengguna harus mengatur sendiri tingkat kecerahan layar.

Seperti Tab 3 7.0, tabet ini tidak dilengkapi pengaturan karakter tampilan layar seperti mode dynamic, standard dan movie. Namun pada tablet ini tersedia pengaturan “increase text legibility” yang berfungsi untuk memperjelas teks saat tablet dipakai untuk membaca seperti pada Tab 3 versi 8 inci.


Sistem Operasi dan UI

Android OS| v4.2 (Jelly Bean)|

Dengan jeda waktu peluncuran yang cukup lama, tablet ini hanya mengalami peningkatan sangat sedikit di sisi versi Android bawaan, jika dibanding milik Tab 3 7.0 yang rilis tahun lalu. Terlebih hadirnya TouchWIZ UI khas Samsung membuat keduanya sangat identik. Biasanya di tablet dan Note kelas menengah-bawah seperti ini, fitur Magazine UI lah yang kerap muncul.

Pengguna bisa memanfaatkan luasnya area layar untuk menjalankan 2 aplikasi sekaligus dalam satu layar tampilan dengan mengaktifkan “Multi window” pada menu pengaturan.

Lockscreen sudah dilengkapi fitur widget, namun tidak tersedia panel untuk jalan pintas ke kamera dari lockscreen seperti yang biasanya ada.

Selain fungsi dasarnya, 3 tombol utama di bawah layar menyimpan fungsi lain. Dengan menahan tombol menu pengguna bisa menuju fitur Google Now. Sementara dengan menahan tombol home layar akan menampilkan apps switcher atau dengan menekannya 2 kali secara cepat ada akses menuju S Voice.

Dan jika menahan tombol back, pengguna bisa menampilkan atau menyembunyikan tray muti windows jika fitur ini diaktifkan.


Fitur Unggulan

S Voice|Line|Dropbox

Sebagai salah satu tablet yang mengisi kelas paling rendah di jajaran Galaxy Tab. Tablet ini tidak membawa tambahan fitur dan aplikasi sebanyak Galaxy Tab 3 7.0.

Meski begitu, masih ada beberapa aplikasi dan fitur yang disematkan Samsung di luar layanan standar dari Google dan aplikasi bawaan Android.

Seperti misalnya untuk keperluan olah dokumen, tablet ini dibekali Polaris Office 5 yang bisa digunakan untuk menampilkan file berformat pdf, word, powerpoint serta excel, juga mengeditnya.

Selain itu ada aplikasi chatting populer line dan layanan penyimpanan cloud Dropbox.

Dari segi fitur, tablet ini membawa fitur perintah suara S Voice dan fitur motion Smart Alert. Fitur ini akan memberi tahu penggunanya jika melewatkan panggilan atau pesan masuk. Tablet ini akan bergetar saat diangkat jika ada missed call atau pesan yang belum terbaca.


Hardware dan Benchmark

Prosesor Dual-core 1.2 GHz| Marvell PXA986 chipset|Vivante GC1000 GPU| 1GB RAM| 8 GB Internal Storage| external: up to 32GB| baterai Li-Ion 3600mAh|

Di sektor perangkat keras pun, sebenarnya tidak banyak pemangkasan yang dilakukan Samsung pada tablet ini jika dibandingkan Tab 3 7.0. Kecepatan dan jumlah inti prosesor keduanya bahkan identik meski seri chipset berbeda.

Diuji menggunakan 2 aplikasi benchmark, tablet ini mendapatkan skor 11328 pada  Antutu dan 3227 pada Quadrant Standard.

Secara umum tablet ini bisa memainkan banyak game casual yang biasanya dimainkan anak. Sementara untuk game dengan grafis lebih rumit tablet ini terkadang mengalami lag. Sistem menyisakan sekitar 4,5GB memori internal untuk pengguna dari 8GB yang dimiliki.

Perbandingan hasil Benchmark


Konektifitas

Quad band GSM| Dual band HSDPA| GPRS | EDGE | HSDPA, 21 Mbps| HSUPA, 5.76 Mbps| Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, Wi-Fi hotspot| Bluetooth v4.0, LE| microUSB v2.0|

Tab 3 Lite tersedia dalam 2 varian yang dibedakana atas pilihan konektifitas yang dimiliki, 3G+wifi dan wifi only. Versi dengan kapabilitas 3G yang PULSA uji tidak hanya memanfaatkan layanan operator untuk sambungan data melainkan juga menyediakan fitur telepon, meski sebenarnya kebanyakan orang tentu akan canggung untuk menggunakan tablet 7 inci untuk menelpon.

Tablet ini juga dilengkapi fitur Samsung Link yang memudahkan sinkronisasi data multimedia seperti foto, video dan musik antara tablet, ponsel, komputer dan TV Samsung yang dimiliki.

Jadi, melalui aplikasi ini pengguna bisa menampilkan foto atau video yang tersimpan dalam tablet di layar TV, atau pengguna juga bisa memutar koleksi lagu favorit yang tersimpan di komputer pada tablet ini.


Kamera

2 MP| 1600 x 1200 pixels| geo-tagging | Perekam video |

Di sektor kamera, pemangkasan kemampuan dari Tab 3 7.0 pada tablet ini sangat terasa. Samsung menghilangkan kamera depan dan menurunkan resolusi maksimal pada kamera utama menjadi 2MP dari sebelumnya 3.15MP.

Namun dari sisi fitur, tablet ini membawa cukup banyak bekal. Ada 5 mode utama diantaranya single shot, panorama, share shot, buddy photo share dan smile shot. Selain itu ada fitur timer, 4 pilihan efek warna, dan 9 opsi scene mode.

Pindah ke mode video, resolusi maksimal yang bisa dibuat kini sebatas 480p (640×480 piksel) tidak seperti Tab 3 7.0 yang mampu membuat video definisi tinggi 720p.

Hasil Kamera


Kelebihan
• Tampilan UI menarik untuk tablet kelas 2 jutaan.
• Multi Windows
• Samsung Link
• Fitur telepon
• Harga murah

Kekurangan
• Resolusi dan kualitas kamera rendah

Kesimpulan

Meski namanya Lite, tablet ini di banyak sektor sebenarnya tidak mengalami pemangkasan jika dibandingkan dengan Tab 3 7.0 yang rilis tahun lalu. Hanya sektor kamera yang jelas menunjukkan adanya pengurangan.

Secara umum hal tersebut jelas menguntungkan mengingat selisih harga keduanya yang cukup signifikan. Namun jika berbicara fitur, tablet ini sepertinya hanya cocok untuk digunakan menangangi pekerjaan ringan seperti misalnya untuk aplikasi kantoran semisal word serta excel, berinternet dan untuk menjalankan game standar.

Penulis: Anwar Aburizal

Tagged under: samsung galaxy tab 3 lite 3g, android, smartphone, samsung, tablet

read_more_button

Review: Nokia XL, Nokia Droid Versi Bongsor


Featured

Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu, sebelumnya Nokia merupakan vendor yang paling anti Android. Dan seperti diketahui juga, kesuksesan Android seolah memaksa vendor Finlandia tersebut untuk menyerah dan akhirnya mengadopsi sistem operasi besutan Google tersebut.

Dari 3 produk, yang menjadi pionir Android Nokia kali ini PULSA berkesempatan mengulas versi yang paling bongsor yakni Nokia XL. Bagaimana performanya?

Desain

141.4 x 77.7 x 10.9 mm| 190 gram| full touchscreen|

Seperti 2 Nokia Android generasi pertama lainnya, ponsel ini terlihat mengadopsi desain yang mirip dengan sajian fisik seri Lumia, windows phone andalan Nokia. Dengan desain kotak yang tegas, ponsel ini jelas menarik perhatian jika digenggam.

Secara dimensional, XL tampak lebih lebar dibanding mayoritas ponsel berlayar 5 inci lainnya.
Ponsel ini juga terasa berat, bahkan lebih berat dari Galaxy Note 3 yang membawa layar lebih besar.
Di sisi lain, bobot berat ini menjadikan ponsel terasa kokoh dan mantap digenggam.

Nokia memilih menggunakan material polikarbonat yang menjadi ciri produk premiumnya pada back cover yang diberi finishing doff. Selain warna putih seperti yang PULSA uji, ponsel ini tersedia dalam 5 pilihan warna menarik. Back cover yang bisa dilepas memungkinkan pengguna berganti warna back cover tanpa harus membeli ponsel baru.

Sedangkan untuk komposisi tombol dan port, ponsel ini identik dengan Nokia X yang pernah PULSA uji, bahkan hingga posisi penempatannya.


Display

Layar sentuh IPS LCD kapasitif| 16 juta warna| 480 x 800 pixels| 5.0 inches| ~187 ppi pixel density| multi touch|

Nokia XL menggunakan panel layar dengan resolusi yang sama dengan yang disediakan pada Nokia X. Hanya saja bentang diagonalnya lebih panjang dengan selisih 1 inci. Meski pengguna jadi memiliki lebih banyak ruang pada layar, kombinasi resolusi yang tidak bertambah dan layar yang lebih luas menjadikan tingkat kerapatan piksel pada layar ponsel ini menjadi lebih rendah dibanding yang dimiliki Nokia X (~233 berbanding ~187 piksel per inci).

Yang menarik dari sektor layar ponsel ini tentunya kehadiran fitur Glance Screen seperti yang dimiliki seri Lumia. Pada dasarnya fitur ini membuat layar tetap menampilkan informasi waktu dan notifikasi saat layar dalam keadaan terkunci dengan konsumsi daya yang sangat minim sehinga tidak menguras baterai.

Selain itu ada juga fitur double tap yang mirip dengan fitur knock on milik smartphone LG. Dengan fitur ini, pengguna dapat mengaktifkan layar dengan mengetuknya 2 kali saat dalam keadaan terkunci.


Sistem Operasi dan UI

Android OS| v4.1.2 (Jelly Bean)| Nokia X platform 1.0 UI

Nokia X platform UI menunjukkan betapa Nokia setengah hati mengadopsi Android. Tapi di sisi lain ini memberi angin segar bagi pengguna yang bosan dengan tampilan Android lain, yang secara garis besar tidak berubah secara ekstrim.

Nokia mengkolaborasikan tampilan Windows Phone berupa Live Tile pada daftar aplikasi, dengan Asha Touchscreen UI pada area Fastlane. Di mulai dari daftar aplikasi. Pengguna bisa menghapus aplikasi dengan menahan ikon dan memilih tanda silang berwarna merah. Dengan menahan ikon aplikasi juga pengguna bisa mengubah ukuran kotak aplikasi dengan menekan tanda panah atau mengganti warna dasar dengan menekan bulatan warna.

Fastlane sendiri berisi daftar aplikasi serta file yang baru saja dibuka yang tampilannya menyerupai gabungan recent apps dengan notification bar pada Android. Untuk menghentikan aplikasi yang sedang berjalan, pengguna tinggal menahan aplikasi tersebut dan memilih tanda silang. Untuk menghentikan seluruh aplikasi yang berjalan, pengguna tinggal memilih ikon tong sampah.

Area notifikasi yang biasanya ada pada Android juga tetap hadir namun posisinya sudah digantikan dengan quick toggle. Sedangkan notifikasi serta history aplikasi letaknya berpindah ke Fastlane. Notifikasi yang akan muncul serta history dari aplikasi yang terinstal dapat Anda atur kemudian pada menu setting Fastlane. Hanya aplikasi yang diinginkan yang akan dimunculkan notifikasinya serta dicatat history-nya oleh Fastlane.

Sementara untuk mendownload aplikasi, pengguna dapat memanfaatkan Nokia Store. Anda juga dapat menginstal aplikasi melalui APK yang ditransfer ke memori ponsel dengan lebih dulu mencentang kotak disamping unknown resources yang ada di menu developer options.


Hardware dan Benchmark

Prosesor Dual-core 1 GHz Cortex-A5| Qualcomm MSM8225 Snapdragon S4 Play chipset| Adreno 203 GPU| 768 MB RAM| 4 GB Internal Storage| external: up to 32GB| baterai Li-Ion 2000 mAh|

Meski tampilan fisiknya ala Lumia yang biasanya mengisi jajaran produk kelas menengah hingga premium dari Nokia, namun banderol harga serta rangkaian perangkat keras yang dimiliki di balik dapur menunjukkan bahwa seri awal Nokia droid bermain di segmen pemula.

Dibandingkan dengan Nokia X yang lebih dulu hadir, ponsel ini hanya unggul dalam hal kapasitas memori RAM (768MB berbanding 512MB). Daya baterainya sebenarnya juga lebih besar namun dengan layar yang lebih besar, peningkatan daya tersebut tidak banyak menambah umur baterai.

Selain memori RAM kekurangan ponsel ini juga terletak pada kapasitas memori internal yang juga kecil. Di uji dengan aplikasi benchmark, ponsel ini mendapat skor 7550 pada Antutu dan 2900 pada Quadrant Standard.

Perbandingan hasil Benchmark


Konektifitas

Quad band GSM| Dual band HSDPA| GPRS Up to 85.6 kbps| EDGE Up to 236.8 kbps| HSDPA, 7.2 Mbps| HSUPA, 5.76 Mbps| Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot| Bluetooth v3.0 with A2DP, HS| microUSB v2.0|

Dukungan di sektor konektifitas ponsel ini pun tidak bergerak dari yang PULSA temukan pada Nokia X.

XL juga dibekali kapabilitas dual SIM dimana hanya SIM pertama yang mendukung koneksi 3G HSDPA berkecepatan maksimal 7.2Mbps.

Untuk pilihan transfer data terdapat Bluetooth, ata pengguna bisa memanfaatkan kabel data untuk menghubungkan ponsel ke komputer.

Urusan internet, Nokia masih mengandalkan Nokia browser yang ditemani Opera. Nokia browser berbekal pengaturan sederhana dengan pilihan menghapus history. Sementara untuk browser Opera punya fitur penghematan bandwidth yang sudah mendukung multitab dalam tampilan mobile dan full site.


Kamera

5MP| 2592 х 1944 pixels| autofocus| LED flash| 1/4” sensor size| panorama| face detection | Perekam video 480p@30fps| Kamera sekunder : 2MP|

Baru pada sektor kamera, superioritas XL atas Nokia X lebih terasa. Nokia meningkatkan resolusi maksimal tangkapan kamera utama menjadi 5MP, menambahkan lampu flash juga memberikan tambahan kamera di depan untuk mengakomodasi foto selfie. Fiturnya pun bertambah dengan disematkannya auto fokus.

Diluar itu ada pengaturan white balance, exposure, ISO, sharpness, face detection, saturasi dan lainnya.
Beralih ke mode perekam video, ponsel ini sama seperti Nokia X yang mampu mengabadikan gambar dalam resolusi FWVGA berkecepatan 30 frame per detik.

Hasil Kamera

Indoor

Outdoor


Kelebihan
• Pengalaman Android yang berbeda dari kebanyakan
• Harga relatif murah
• Build berkualitas khas Nokia

Kekurangan
• Memori internal dan RAM kecil
• Performa inferior di kelas 2 jutaan.

Kesimpulan

Ketiga produk pionir Android Nokia memang dibuat bagi pengguna kelas pemula. Tidak banyak yang bisa dibanggakan dari ponsel ini di sektor performa.

Hanya saja untuk urusan pengalaman penggunaan, kostumisasi ala Nokia X Platform, pastinya mampu membuat pengguna merasakan hal baru yang tidak ditemui di perangkat Android lain. Produk besutan Nokia juga dikenal memiliki kualitas build yang baik, tapi apakah 2 hal tersebut sudah cukup baik buat Anda?
Penulis: Anwar Aburizal

Tagged under: nokia xl, android, smartphone

read_more_button

Review: Treq Tune Z, Harga Bersahabat, Layar IPS Mantap


Featured

Demi mengakomodasi pengguna ponsel fitur yang ingin beralih ke Android, vendor ponsel mulai berani pasang harga smartphone Android di bawah sejutaan. Selain ponsel dari operator CDMA, ponsel dari jaringan GSM pun tak mau kalah unjuk gigi. Mengusung layar IPS serta sistem operasi Android Jelly Bean, Treq Tune Z siap pikat konsumen tanah air. Apa saja kelebihan yang dimilikinya? Simak ulasan berikut:

Desain

9.87 x 58,95 x 113.5 mm; full touchscreen; material plastik; port audio 3.5mm; tombol lock/power; port microUSB, lubang mic; tombol volume

Dikelilingi bezel silver, penampakan Tune Z terlihat begitu mirip dengan ponsel seri Galaxy besutan Samsung. Peletakan tombol pada bagian layar Tune Z juga serupa dengan seri Galaxy dengan tombol menu dan back yang mengapit tombol home fisik.

Diruas kiri ponsel terdapat tombol pengatur volume. Sementara tombol power/lock terletak disisi kanan. Di bagian atas bertengger port audio 3.5mm yang berdampingan dengan port micro USB.

Dibagian belakang Blast terdapat lubang kamera serta lampu flash. Masih dibagian yang sama, Treq juga menyematkan lubang speaker. Meski cover belakang Tune Z cukup nyaman digenggam namun material yang digunakannya membuatnya mudah sekali meninggalkan bercak jari.


Display

Layar sentuh IPS LCD kapasitif; 16 juta warna; 480 x 800 pixels; 3.7 inches; multi touch

Mengusung layar seluas 3.7 inci, Tune Z sudah menggunakan layar IPS dengan resolusi 480 x 800 piksel. Dengan kerapatan 245 ppi, layar Tune Z menyajikan gambar dengan kontras tajam yang membantu Anda dalam membaca artikel saat menjelajah internet.

Dengan kedalaman warna mencapai 16 juta warna, sajian warna Tune Z sangatlah istimewa untuk ukuran ponsel dibawah satu juta. Kecerahan layar ponsel juga bisa diatur secara otomatis serta sudah mendukung sentuhan tiga jari.


Sistem Operasi dan UI

Android OS v4.2.2 (Jelly Bean)

Meski termasuk produk untuk kelas pemula, namun sistem Android yang digunakan Tune Z terbilang baru dengan Android Jelly Bean 4.2.2 sebagai platform andalan. Berbeda dengan ponsel entry level lain, Tune Z punya tampilan ikon menu yang unik. Anda juga dapat memberikan sentuhan kustomisasi pada layar dengan pilihan scene dan tema yang disediakan Treq.

Meski layarnya kecil namun area notifikasi di penuhi shortcut ke pengaturan konektivitas, GPS, kecerahan, rotasi layar hingga profil audio.

Didalam Tune Z sudah disuntikkan pula aplikasi chatting BlackBerry Messenger, Line dan WhatsApp.  Anda juga dapat membuka dokumen menggunakan OfficeSuite. Jika ponsel terasa lemot, Anda juga dapat mematikan aplikasi yang sedang berjalan menggunakan Task Manager bawaan.


Hardware

Prosesor dual-core 1.2 GHz MTK 6572; GPU: Mali 400-MP; 512MB RAM; Storage: 4GB (1.2GB Internal + 1.2GB system); external: microSD up to 32 GB; Baterai Li-Ion 1250 mAh

Dengan chipset berprosesor dual core berkecepatan 1.2GHz, Tune Z siap menunjang aktivitas pengguna dalam berselancar serta beraktivitas di jejaring sosial. Dengan GPU Mali 400-MP serta RAM 512MB, ponsel ini sanggup sajikan gambar dengan grafis yang tajam. Dengan ruang simpan sekitar 1GB untuk sistem dan data, Treq juga melengkapi Tune Z dengan slot kartu microSD.

Aplikasi  Antutu Benchmark mengganjar Tune Z dengan skor sebesar  10907, yang menempatkannya lebih tinggi dibanding Samsung Galaxy SII. Sedangkan untuk pengolah grafis, Nenamark2 memberi Tune Z dengan skor 44.3 frame perdetik yang membuatnya berada di posisi yang lebih tinggi dari LG Optimus 2X.


Internet dan Konektifitas

Dual SIM| Quadband GSM(850/900/1800/1900); Dualband HSDPA (900/2100); GPRS, EDGE, HSDPA; Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v4.0, microUSB v2.0

Meski harganya tergolong murah, Tune Z punya dua buah slot GSM yang mendukung koneksi 3G. Anda dapat memilih slot yang akan dipakai untuk 3G dengan mengganti setting video call yang ada pada menu pengaturan. Berbeda dengan ponsel dual SIM lokal lain, Tune Z mengusung slot kartu microSIM dan MiniSIM.

Untuk transfer data, Anda dapat menggunakan Bluetooth dan kabel data. Urusan input data, Anda bisa menggunakan mouse dan keyboard wireless yang bisa Anda beli secara terpisah.


Multimedia

Audio: AAC, APE, OGG, FLAC, MP3, WMA, WAV; Video: MP4, 3GPP, MKV, FLV, M4A

Treq mempersenjatai Tune Z dengan pemutar musik yang sudah dilengkapi dengan equalizer serta efek suara yang bagus. Anda dapat mendengarkan lagu favorit yang disimpan dalam beragam format populer. Bila Anda ingin memperoleh informasi, siapkan dulu headset untuk menangkap siaran radio FM dari stasiun radio lokal yang ada di tempat tinggal Anda. Anda juga dapat merekam siaran favorit agar dapat didengarkan nanti.

Sementara untuk menikmati tontonan video, Anda bisa menggunakan pemutar milik Tune Z untuk melihat video dari beragam format yang populer. Dengan prosesor dual core miliknya, Anda dapat menonton video dengan resolusi HD 720p tanpa patah-patah. Sayang sekali untuk menonton film, TuneZ belum dibekali kemampuan untuk menampilkan subtitle.


Kamera

Kamera Belakang: 2MP( 1600×1200 pixels); Kamera Depan: 0.3MP Perekam video 480p@ 4:3

Kamera 2 megapiksel dengan kelengkapan lampu flash milik Tune Z sudah cukup kalau hanya untuk sekadar narsis di jejaring sosial. Kamera depannya juga dapat Anda pakai untuk video call via 3G. Setting kamera Tune Z cukup sederhana dengan menu-menu seperti exposure, color effect, scene mode, white balance dan anti-flickr.

Saat dipakai di luar ruangan, kamera Tune Z terlihat mengalami exposure berlebih. Akibatnya, gambar diluar ruangan memperlhatkan efek jarum atau flare effect yang kurang nyaman di mata. Untuk ruang bercahaya kurang, Anda dapat memanfaatkan lampu flash yang disertakannya.

Selain mengambil gambar, kamera Tune Z juga sanggup merekam video dengan resolusi 480p. Video disimpan dalam format 3gp dengan besaran file 22MB untuk durasi 1 menit. Sementara untuk keperluan mengedit video, pengguna bisa memanfaatkan Movie Studio yang disematkan sebagai aplikasi bawaan.

Hasil Kamera


 


Kelebihan
• Harga murah
• Layar IPS
• Dual SIM 3G
• Kontras Layar Tajam

Kekurangan
• Material bodi mudah kotor
• RAM Kecil
• Kualitas kamera kurang

Kesimpulan

Dengan banderol bersahabat, Anda dapat membawa pulang ponsel ber-OS Android JellyBean yang sudah mengusung layar IPS. Sentuhan kustomisasi yang diberikan juga membuat Anda betah berlama-lama untuk menggunakan ponsel ini. Apalagi dengan adanya aplikasi chatting BBM, WhatsApp dan Line yang cukup populer di tanah air.
Penulis: Galing Kusumojati

Tagged under: treq tune z, android, smartphone android

read_more_button

Review: Xiaomi Redmi, Quadcore Terjangkau Kaya Kustomisasi


Featured

Setelah merekrut Hugo Barra yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala pengembangan produk Google, Xiaomi pada akhirnya siap membawa produk besutannya keluar kandang. Malaysia dan Singapura dipilih sebagai pasar pertama bagi Redmi yang merupakan ponsel low entry milik Xiaomi. Meski harganya low entry, Redmi punya prosesor quad core serta segudang fitur yang memanjakan pengguna.

Saat tulisan ini dbuat, ponsel asal Tiongkok ini belum dipasarkan secara resmi di Indonesia. Tapi mengingat antusiasme yang cukup besar mengenai produk Xiaomi Redmi, maka kami sengaja menghadirkannya di meja redaksi dalam rubric khusus “Hot in the Net”.

Apakah kelak produk Xiaomi akan masuk ke Indonesia secara resmi? Kita tunggu saja kelanjutannya. Untuk sementara mari kita bongkar produk unik ini.


DESAIN
    
Dimensi: 137 x 69 x 9.9 mm; Berat: 158 gr;
Redmi mengusung desain rectangular atau persegi panjang dengan plastik sebagai material utama. Dijual seharga 1,6 jutaan di Singapura, ponsel besutan vendor Tiongkok ini dijual dipasar domestik dengan harga 2,4 juta. Jika patokan harga 1.6 juta sebagai standar, desain Redmi tentu masih bisa diterima. Namun, bila Anda membeli ponsel ini di pasar gelap seharga 2,4 juta, desain serta material yang dipakai terasa tidak sangat kurang.

Bagian belakang Redmi yang berwarna hitam mudah sekali meninggalkan kotoran meski ketika digenggam tak selicin plastik glossy. Beruntung dalam paket penjualannya, Xiaomi membekali Redmi dengan backcover plastik berwarna cerah.

Pada ruas kanan bodi, pengguna dapat menemukan tombol power yang berdampingan dengan pengatur volume. Beralih ke atas, Anda dapat menemukan port audio 3.5mm yang sayang sekali tidak dapat Anda gunakan langsung lantaran absennya aksesori earset dalam paket penjualan. Sementara port micro USB menghuni sisi bawah Redmi.


LAYAR

Layar: IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors; 720 x 1280 pixels, 4.7 inches(~312 ppi pixel density)
Berbekal layar 4,7 inci, Redmi dapat merespon hingga 10 titik sentuh. Dengan sensor ambient light, layar Redmi dibekali pula dengan fitur auto brightness. Mengusung layar LCD berjenis IPS, pengguna bakal dimanjakan dengan sudut penglihatan yang lebar serta resolusi sekelas HD 720p yang menyajikan kerapatan hingga 312 piksel per inch.

Selain rotasi layar otomatis, Redmi juga dilengkapi pula dengan fitur prevent pocket dial yang akan mengunci layar guna mencegah ponsel melakukan panggilan kala ponsel dimasukkan dalam saku. Untuk mempermudah Anda dalam membaca teks, Anda juga dapat mengatur ukuran font serta mengaktifkan fitur optimize text.


OS dan Interface

Android 4.2.2 Jelly Bean, MIUI v.5.0
Mengusung Android Jelly Bean, Redmi menggunakan launcher MIUI yang sebelumnya telah digunakan oleh pengembang custom ROM Android. Pada posisi lockscreen, Anda dapat memilih empat shortcut untuk masuk ke kamera, telepon, sms atau masuk ke homescreen.

Berbeda dengan UI Android standar, MIUI tidak memiliki apps drawer. Seluruh aplikasi yang terinstal berada di homescreen. Jika Anda bosan dengan tampilan serta bentuk ikon standar Redmi, Anda dapat mendownload beragam pilihan tema yang disediakan.

Jika Anda ingin menghadiahkan Redmi untuk anak atau orang berusia lanjut, maka Anda dapat mengatur UI-nya ke posisi lite mode. Untuk mengaktifkan lite mode, silakan masuk ke menu system pada pengaturan dan geser lite mode ke posisi ON. Anda akan diminta untuk restart ponsel sebelum lite mode dapat Anda gunakan.

Lite mode menyajikan tampilan menu dalam kategori yang dapat ditambah serta dikurangi. Dengan kategori dasar yang mencakup phone, text, contacts, camera, music, gallery dan torch, pengguna anak atau berusia lanjut semakin dimudahkan dalam menggunakan Redmi dengan tampilan huruf yang lebih besar.


HARDWARE

Chipset: MTK 6592, CPU: Quad core  1.5GHz Cortex-A7, GPU: PowerVR SGX544; RAM 1GB, Storage 4GB (800MB user available) Accelerometer, proximity;
Xiaomi mempersenjatai Redmi dengan prosesor chipset MTK 6592 quad core yang sanggup melaju hingga kecepatan 1.5GHz. Ditemani RAM sebesar 1GB, Redmi sanggup menjalankan hampir semua aplikasi dan game dengan lancar. Meski sudah dibekali dengan PowerVRSGX544, memori internal yang sebesar 2GB tentu kurang memadai untuk memainkan game 3D seperti Asphalt 8.

Pengujian dengan Antutu Benchmark berhasil mencatatkan skor 16200. Sementara dengan Quadrant Standard berhasil meraih skor 5918. Sedangkan tes grafis menggunakan Nenamark 2 berhasil menempatkan Redmi pada peringkat kedua dengan kecepatan 51,7 frame perdetik.

Untuk memenuhi pasokan daya, Xiaomi bahkan menyertakan satu baterai cadangan berkapasitas sama 2000mAh. Untuk mengisi daya baterai cadangan, Anda dapat menggunakan desktop charger yang disertakan pula dalam paket penjualan.



Multimedia

Video: AVI,  MP4, MKV, 3GP, FLV, M4V; Audio: AAC, M4A, MP3, OGG, FLAC, WAV;
Untuk memainkan video, Anda harus masuk ke dalam galeri .  PULSA mencoba memutar video dengan resolusi 1080p dari Youtube dan hasilnya video dapat dimainkan dengan mulus tanpa jeda. Sayang sekali pemutar videonya tidak dapat menampilkan subtitle.

Beralih ke pemutar musik, Redmi menggunakan pemutar musik bawaan dan Google Play Music. Berbekal teknologi audio Dirac yang merupakan teknologi yang dipakai pada mobil mewah seperti BMW, Bentley dan Rolls Royce, pengguna kini dapat menikmati alunan musik dengan suara yang lebih merdu.

Untuk mendengarkan efek suara dan equalizer tersebut, pengguna diharuskan mencolokkan earset terlebih dulu. Dengan earset dalam posisi terpasang, Anda juga dapat mendengarkan siaran radio FM. Sayangnya didalam paket penjualannya, Xiaomi tidak menyertakan earset, sehingga PULSA tidak dapat menilai apakah keluaran suara yang dihasilkan seperti yang dijanjikan.


KAMERA

8 MP, 3264 x 2448 pixels, autofocus, LED flash, Sekunder: 2MP; Geo-tagging, touch focus, face detection, video: 720p@30fps, LED video light; MP4/H.264/H.263/WMV/DviX player
Kamera Redmi sanggup mengambil gambar dengan resolusi maksimal 8MP yang mengusung 28mm wide angle lens. Dengan apperture f/2.2, Anda dapat memotret foto dalam lingkungan bercahaya minim.  

Kamera video juga sanggup merekam gambar dengan resolusi maksimal 1080p. Video direkam dalam format .3gp dengan ukuran sebesar 92MB untuk durasi sekitar 30 detik dengan resolusi full HD.


INTERNET DAN KONEKTIVITAS

Network: SIM1: GPRS, EDGE, HSDPA; SIM 2: GPRS, EDGE; Browser:  HTML5, Adobe Flash; Koneksi: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wireless Display, Wi-Fi hotspot, Bluetooth with A2DP, microUSB v2.0; A-GPS support;
Dengan dua slot kartu SIM normal, Xiaomi dapat Anda ajak menjelajah internet menggunakan jaringan 3G untuk SIM utama dan GPRS untuk SIM kedua.

Sementara dengan browser bawaan, Anda dapat membuka 16 halaman multitab. Anda juga dapat menggunakan browser Chrome yang merupakan browser default Android Jelly Bean. Beralih ke konektifitas, Redmi sudah mendukung proses transfer data menggunakan Bluetooth dan kabel data USB.


Fitur Unggulan

Compass, Torch, KingSoft Office, Security: Cleaner, App Permission, Power, Virus scan
Selain kaya kustomisasi, Xiaomi juga mempersenjatai Redmi dengan segudang fitur keamanan yang lengkap. Aplikasi security Redmi sudah dilengkapi dengan enam fitur dasar yang mencakup Cleaner, Data Usage, Blocklist, Power, Virus scan dan app permissions.

Sama seperti namanya, Cleaner merupakan aplikasi yang befungsi untuk meningkatkan performa perangkat yang menurun dengan cara  memindai file sampah atau cache memory yang tertinggal.

Sementara Blocklist adalah fitur yang memungkinkan Anda untuk memblokir panggilan dan pesan masuk dari nomor yang tidak dikehendaki. Anda juga dapat memerintahkan pemblokiran pesan yang berisi daftar kata kunci buatan Anda sendiri.

Fungsi berikutnya adalah manajemen baterai atau Power yang memungkinkan pengguna untuk mengatur mode baterai secara manual atau otomatis berdasarkan persentase baterai atau automatic scheduler.

Fungsi terakhir yang paling penting adalah pencegahan ancaman malware serta upaya untuk menyingkirkannya jika sudah terinfeksi. Dengan App Permission, Anda dapat mengetahui daftar aplikasi apa saja yang mengakses konten atau menggunakan resource yang ada pada perangkat Redmi. Sementara dengan Virus scan, Anda dapat memindai serta menghapus malware yang menginfeksi perangkat.
 


(Kelebihan)
– Harga Terjangkau
– Prosesor Quadcore 1,5GHz dan 1GB RAM
– Antarmuka MIUI
– Kamera 8MP

(Kekurangan)    
– Desain tak istimewa
– Tidak ada earset pada paket penjualan

KESIMPULAN

Dibanderol dengan harga menengah, Redmi menghadirkan perangkat cerdas dengan fungsi dan fitur yang melebihi harganya. Sama seperti ponsel vendor negeri tirai bambu lainnya, pengguna juga dapat memasukkan dua kartu SIM GSM kedalam slot kartu yang disediakan. (Galing Kusumojati)
 

Tagged under: review, quadcore, xiaomi redmi

read_more_button

%d blogger menyukai ini: